Pataka Brigif 24/Bulungan Cakti

dhuaja brigif 24 bc

ARTI DAN MAKNA
DHUAJA BRIGIF-24/BULUNGAN CAKTI

Sesuai dengan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor  Kep / 387 / XI / 2009 tanggal 10 November 2009 telah disahkan Lambang Kesatuan Dhuaja Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti Kodam VI/Mlw sebagai berikut:

  1. Bagian Muka sebelah kanan adalah Lambang Pataka KodamVI/MLW.
  2. Bagian muka sebelah kiri adalah Dhuaja Brigif-24/BC dengan gambar Keris warna Kuning Emas di atasnya Bintang bersudut Lima warna Merah, sedangkan di kanan bergambar untaian bunga kapas warna Putih dengan Kelopak warna Hijau dan bagian sebelah kiri bergambar untaian Padi warna Kuning Emas. Di bawah gambar Keris bertuliskan “Bulungan Cakti”

Adapun arti dan makna tulisan dan lambang-lambang Dhuaja Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti adalah

  1. Dhuaja.
  2. Kata “Bulungan” diambil dari nama Kesultanan Bulungan yang berdiri sejak tahun 1731-1958.
  3. Kata “Cakti” berasal dari bahasa Sansekerta yang artiya “Tahan, Kuat, Tanggon, Trengginas dan Ampuh”.
  4. Gambar “Bintang bersudut Lima” mempunyai makna Pancasila sebagai   Falsafah Negara   Kesatuan Republik Indonesia, setiap  prajurit Brigif-24/BC wajib   membela         dan          mempertahankannya,   dan     juga   diartikan sebagai
  5. lambang/simbul TNI AD, yang terkandung makna kebulatan tekad dalam Sumpah Prajurit dan mempunyai keberanian membara.
  6. Gambar “Keris” mempunyai arti bahwa Keris adalah senjata tradisional bangsa Indonesia dan merupakan senjata pusaka Raja-Raja Kesultanan Bulungan yang mempunyai kekuatan dan keampuhan yang dahsyat, dan pegangan/gagang keris terdapat tujuh bagian lekukan yang melambangkan bahwa prajurit Brigif-24/Bulungan Cakti berpegang teguh pada Sapta Marga sebagai pedoman hidupnya.
  7. Untaian padi dan kapas melambangkan kemakmuran sandang dan pangan, dengan demikian diharapkan eksistensi Brigif-24/Bulungan Cakti membawa kesejahteraan sandang dan pangan bagi masyarakat Kaltim.
  8. Pita seloka melambangkan setiap prajurit harus membela, menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.
  9. Arti “Bulungan Cakti” merupakan sebuah Kesultanan di Bulungan yang masyhur di sekitar abad XVII Masehi.

Adapun arti dan makna tata warna Dhuaja Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti adalah

  1. Merah melambangkan keberanian.
  2. Hijau melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.
  3. Putih melambangkan kesucian dan kejujuran.
  4. Hitam melambangkan keteguhan dan kekokohan.
  5. Kuning melambangkan keluhuran dan kebijaksanaan.

 

  1. Mahkota dan Tiang
  2. Burung Garuda akan terbang, diartikan bahwa TNI AD sanggup terbang tinggi menuju cita-cita.
  3. Hiasan runcing 8 buah diartikan bahwa TNI AD dalam berperilaku berpedoman pada Delapan Wajib TNI.
  4. Jambul/Jengger sebanyak 5 lekuk diartikan sebagai hari lahirnya TNI tanggal 5 Oktober.
  5. Bulu Sayap bagian dalam 10 helai diartikan bahwa 10 adalah bulan bersejarah bagi TNI, sedangkan Bulu Sayap bagian luar 17 helai diartikan sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  6. Bulu ekor 7 helai diartikan bahwa setiap prajurit TNI AD selalu memegang teguh Sapta Marga.

KESIMPULAN

Dhuaja “Bulungan Cakti” merupakan kebanggaan Prajurit Brigif 24/Bulungan Cakti Kodam VI/Mlw yang Tahan, Kuat, Tanggon, Trengginas dan Ampuh dalam melaksanakan Tugas serta setia kepada Tanah Air dan Bangsanya, rela berkorban sampai titik darah penghabisan dengan segala keampuhan dan kemampuan yang dimiliki demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

***