DANBRIGIF-24/BC KOLONEL INF JONES SASMITA, PIMPIN UPACARA PEMBERANGKATAN SATGAS PAMTAS YONIF RAIDER 613/RAJA ALAM.

TARAKAN – Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja Rabu 1 Agustus 2018 yang di pimpin lagsung oleh Danbrigif24BC Berjalan hikmat dan lancar.

Pada kesempatan tersebut orang nomor satu dijajaran Brigif-24/BC Tersebut membacakan amanat Pangdam VI/Mlw. Dalam Amanatnya Mayjen TNI Subiyanto yang juga sekaligus sebagai Pangkoops Kodam VI/Mulawarman menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh personel Yonif Raider 613/Raja Alam yang mendapat kehormatan dari negara untuk melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pangdam menjelaskan bahwa tugas yang akan dilaksanakan merupakan wujud pengabdian kita sebagai prajurit TNI kepada rakyat, bangsa dan negara yang kita cintai. Oleh karena itu, saya harapkan semua kepercayaan yang diberikan oleh Negara dan Bangsa harus dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan penuh semangat dan kesungguhan serta sikap disiplin yang tinggi.

Tugas operasi pengamanan perbatasan bukanlah merupakan tugas yang ringan karena dalam tugas tersebut kita dituntut untuk selalu memiliki semangat pengabdian dan rela berkorban, di sisi lain para prajurit juga dituntut memiliki wawasan yang luas serta kesiapan mental yang kuat dalam medan penugasan dengan selalu berupaya menghindari tindakan yang ceroboh dan lengah selama bertugas guna mencegah terjadinya berbagai kerugian personel dan materiil dalam pelaksanaan penugasan di lapangan.

Selain itu Mayjen TNI Subiyanto menuturkan bahwa wilayah per-batasan RI-Malaysia adalah pintu terdepan NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan negara dan berpengaruh terhadap aspek per-tahanan negara.

Untuk perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di wilayah Kodam VI/Mulawarman terbentang dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Timur dengan panjang ± 1.038 km yang berada di Kabupaten Nunukan, Malinau dan Mahakam Hulu dengan 40 Pos tergelar sepanjang perbatasan antara kedua Negara.

Dengan kondisi perbatasan yang cukup panjang dan personel yang terbatas, masih terdapat berbagai permasalahan perbatasan negara yang masih harus dibicarakan kedua belah pihak karena menyangkut kedaulatan dan integritas serta martabat masing-masing negara. Perlu saya sampaikan bahwa untuk tahun ini jumlah pos Pamtas akan bertambah 12 pos baru yang akan diisi oleh personel Pamtas pada tahun ini, sesuai data awal untuk beberapa pos kondisinya tidak dapat dilintasi dengan jalan darat sehingga pelaksanaan dropping pasukan direncanakan akan melalui udara.

Pangdam juga mengingatkan untuk selalu memperhatikan faktor keamanan dalam pelaksanaan tersebut, lakukan perhitungan dan persiapan yang matang dalam pelaksanaanya guna mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Perlu saya ingatkan kepada seluruh personel yang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan bahwa untuk daerah perbatasan memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi seperti penyelundupan barang illegal terutama narkoba, pelanggaran perbatasan serta masyarakat pelintas batas illegal yang berkaitan dengan human trafficking maupun masuknya TKI illegal” Ujar Mayjen TNI Subiyanto.

Berbagai permasalahan tersebut harus benar-benar menjadi perhatian seluruh prajurit selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan ter-utama penyelundupan narkoba yang menjadi musuh kita bersama. Jangan sampai ada prajurit yang tergiur karena diiming-imingi imbalan tertentu untuk memasukan barang terlarang terutama Narkoba, kita harus dapat berupaya semaksimal mungkin mencegah masuknya Narkoba ke wilayah NKRI agar tidak merusak generasi muda penerus bangsa.

Sesuai dengan tugas pokok TNI yang tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI disebutkan bahwa Pengamanan perbatasan darat negara merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Untuk itu tugas Pamtas merupakan kehormatan, harga diri dan kebanggaan karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan penugasan seperti ini.

Sesuai dengan tugas yang dilaksanakan, kita harus berusaha agar wilayah perbatasan benar-benar dapat dijamin keamanannya, sekaligus dapat memberikan kontribusi positif bagi kepentingan masyarakat di perbatasan. Jangan sampai ketidakmampuan kita dalam menjaga perbatasan, menyebab-kan berbagai permasalahan yang akan merugikan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran kalian harus mampu memberikan dampak positif bagi kepentingan keamanan perbatasan maupun untuk membantu masyarakat agar tetap memiliki wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan nasionalisme yang tinggi. Untuk itu setiap prajurit harus mampu menjaga martabat dan kehormatan prajurit TNI yang dilandasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

“Sebagai pedoman bagi seluruh prajurit dalam melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Pangdam VI/Mlw menyampaikan beberapa hal kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia untuk dilaksanakan, yaitu :

Pertama, dalam menjalankan tugas, saya ingatkan untuk selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita selalu diberikan perlindungan dan memperoleh ke-berhasilan dalam pelaksanaan tugas Pamtas RI-Malaysia. Laksanakan ibadah sesuai agama masing-masing dengan baik agar kita tidak terjerumus untuk melaksanakan hal-hal yang negatif.

Kedua, selalu berusaha untuk memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI dan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional serta Tentara Profesional agar kita bisa melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku
Ketiga,

segera beradaptasi dengan lingkungan tugas dengan menghormati adat budaya, dan kearifan lokal setempat agar dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Koops di wilayah perbatasan. Salah satu penentu keberhasilan dalam tugas adalah mendapat dukungan dan simpati dari masyarakat

Keempat, Laksanakan tugas dengan dilandasi kehormatan dan rasa tanggung jawab yang tinggi agar tidak ragu dalam berbuat serta bertindak. Selalu berpegang teguh pada aturan dan prosedur hukum yang berlaku guna menghindari pelanggaran sekecil apapun” Ucap Pangdam VI/Mlw dalam Upacara.

Hadir pada acara tersebut antara lain, Danlantamal XIII Trk yg diwakili Asops Lantamal XIII Trk, Kadisops Lanud Trk, Wakil Walikota Tarakan, Kapolres Tarakan serta unsur FKPD Trk dan tamu undangan lainnya.

About admin

Admin Web Brigif 24/BC

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.